Komponen Incinerator / Insenerator

Incinerator secara umum sama artinya dengan proses membakar sampah biasa  Dengan kombinasi energi panas, bahan bakar, dan oksigen secara kontinu, untuk membakar . Perbedaaannya adalah, proses pembakaran dilakukan secara tertutup dan dengan suhu minimal 800 (delapan ratus) derajat celcius hingga suhu 1100 derajat celcius. Proses pembakaran dalam chamber / ruang bakar dioptimalkan sehingga dengan sedikit bahan bakar, mampu menghasilkan temperatur tinggi. 

firebrick untuk incinerator
Susunan Bata tahan api di incinerator

 

Untuk menghasilkan daya bakar yang effisien, ada beberapa komponen yang harus diperhatikan di incinerator :
1.Konstruksi Incinerator
Ruang bakar merupakan area dimana dilakukan proses pembakaran pada limbah secara langsung.  Area ini dilapisi dengan bata tahan api / firebrick  dengan kelas SK-34. Bata api ini tahan hingga suhu 1300 derajat celcius.
Selain harus maksimal panas di dalam, bagian luar  juga perlu dijaga dengan isolasi yang baik.
lapisan incinerator
Susunan isolasi incinerator
Sehingga ketika suhu maksimal tercapai di dalam tungku bakar, bagian terluar tidak terlalu panas.

3. Ruang Bakar
Untuk ruang bakar sesuai peraturan menteri lingkungan hidup dan kehutanan NOMOR P.56/Menlhk-Setjen/2015 seharusnya ada 2 ruang bakar, yaitu ruang bakar utama (primary chamber) dan ruang bakar tambahan ( auxiliry chamber). Kedua-duanya mempunyai burner masing-masing. Aliran 


incinerator limbah puskesmas
Incinerator Limbah dengan 2 chamber - vertikal


4. Burner
 Burner merupakan sumber api yang effisien. Rata - rata untuk menghasilkan panas setara 40 s/d 80 kwH di pasaran hanya membutuhkan listrik 200 watt. Bahan bakar secara umum, bisa dipilih apakah menggunakan gas (LPG) atau solar. Disesuaikan dengan bahan bakar mana yang mudah didapat di tempat incinerator beroperasi. 
burner incinerator
Contoh Burner Incinerator


5. Blower

 Blower digunakan pada incinerator untuk menyediakan oksigen yang dibutuhkan dalam pembakaran. 

6. Kontrol suhu
Kontrol suhu di dalam ruang bakar dibutuhkan sehingga ada effisiensi bahan bakar. Untuk sensor biasa menggonakan thermokopel type K.

7. Wet Scrubber
Sesuai peraturan menteri lingkungan hidup dan kehutanan NOMOR P.56/Menlhk-Setjen/2015 kini setiap incinerator diharuskan mempunyai scrubber, untuk menangkap gas buang / hasil bakar incinerator dengan tirisan air secara kontinyu. 
Wet scrubber incinerator
Cara Kerja Wet Scrubber - pada insenerator


8. Cerobong
Untuk cerobong tinggi minimal 14 meter - jika digunakan oleh penghasil limbah yang diberi izin. Jika incinerator digunakan oleh perusahaan pengolah limbah, maka minimal tinggi cerobong adalah 24 Meter. Jika gedung di sekitar radius 30 meter dari incinerator lebih tinggi dari 14 meter dan 24 meter, maka tinggi cerobong minimal 1,5 x tinggi gedung tertinggi radius 30 meter .