Tentang incinerator / Insenerator

Incinerator atau disebut juga insenerator merupakan alat untuk membakar sampah dengan kondisi terkendali. Terkendali dalam hal ini, semua proses pembakaran dilakukan di dalam ruang bakar (chamber) yang dilapisi dengan bata tahan api, semen api (mortar),  dan glasswoll. Proses pembakaran dilakukan secara effisien dengan rasio udara dan bahan bakar seminimal mungkin. Meski dilakukan dengan effisien dan dalam ruang tertutup, incinerator masih menghasilkan limbah asap. 

Jual incinerator indonesia
Gambar Incinerator beroperasi
  Ada 2 metode mengurangi bahaya polusi :
1. Metode multiple burner. Limbah akan melewati beberapa langkah pembakaran, hingga kadar air menjadi sangat sedikit. Kekurangannya tentu saja, lebih banyak konsumsi bahan bakar.
2. Metode Wet Scrubber. Asap / polusi hasil pembarakar akan disaring dengan semburan air dan mengendapkan limbah berat dengan air,s ehingga tersisa hanya udara bersih.

Meski telah dilakuka effisiensi panas dan incinerator / insenerator meski dianggap cukup efektif untuk mengurangi volume sampah, sayangnya polusi dan konsumsi bahan bakar membuat alat ini disarankan untuk kebutuhan membakar sampah dengan kondisi mendesak dan berbahaya.

Sangat disarankan untuk mengetahui jenis limbah / sampah di lokasi anda. Umumnya ada klasifikasi limbah sbb:
Type 1 - Rubbish
Secara umum terdiri dari sampah selulosa, campuran cari 10 persen bahan yang tidak mudah terbakar, 25% lembab, dan potensi kalorinya sekitar 13000 btu/kg. Tapi sampah berikut tidak masuk ke dalam kategori rubbish : hidrokarbon, karet, kulit dan kayu.

Type 2 - Garbage
Limbah ini bisa dikategorikan juga sebagai limbah organik karena merupakan limbah yang berasal
dari restoran, kantin, dan sejenisnya. Limbah ini biasanya adalah sisa-sisa bahan makanan, sehingga kelembapannya basah (antara 30% -70%). Potensi kalori dari limbah ini 2000-6000 btu/kg

Type 3- refuse
Campuran dari sampah type 1 (rubbish) dan type 2 (garbage). Kelembapannya antara 35-50% dengan potensi kalori 8000-12000 btu/kg

Type 4 - Limbah Patologis
Yang termasuk ke dalam jenis ini antara lain karkas daging, entah itu dari manusia atau pun hewan, organ tubuh, sampah organik padat dari rumah sakit, laboratorium, rumah potong hewan, peternakan, klinik persalinan, bekas perban, dan sejenisnya yang kemungkinan mengandung bakteri berbahaya.

Type 5- Limbah Industri I
Gas, cairan atau bahan semi-cair, seperti tar, cat, dan lain lain. Potensi kalorinya tergantung bahan material.

Type 6 - Limbah Industri II
Limbah padat seperti karet, plastik, kayu, halogen hidrokarbon, kulit, dan bahan sejenisnya. Potensi kalori tergantung material yang akan ditangani

jual insenerator
Gambar Incinerator sedang beroperasi

Berdasarkan klasisifikasi limbah di atas, sangat disarankan incinerator dipakai untuk limbah  Type 4 hingga Type 6  saja.  Hal ini memperhitungkan resiko jika limbah tertumpuk dan bahaya pada manusia, dan tentu saja effisiensi pengolahan.